PINDAH KE

www.patenindonesia.com

Rabu, 16 Maret 2011

10 Besar universitas unggulan di AS peroleh paten

JAKARTA: University of California, Amerika Serikat menempati urutan paling atas di antara 250 universitas di negara Paman Sam tersebut dalam hal perolehan paten.
Menurut data United States Paten and Trademark Office (USPTO), University of California selama tahun 2009 berhasil memperolah paten sebanyak 238 (paten granted), diikuti oleh Massachusette Institute of Technology (MIT) sebanyak 134 (paten), sedangkan di posisi ketiga ditempati oleh Standford University (120 paten).
Posisi keempat diduduki oleh California Institute of Technology sebanyak 96 (paten). University of Winsconsin (90 paten), University of Texas (79 paten), John Hopkins University (66 paten), Cornell University (51 paten), University of Florida (45 paten) dan University of Michigan (66 paten).
Nama-nama 10 universitas tersebut di atas memang sudah terkenal ke seluruh dunia akan kehandalan lembaga pendidikan tinggi tersebut dalam hal penemuan baru.
Kehebataan lembaga perguruan tinggi itu dalam menghasilkan paten tidak terlepas dari dana riset dan pengembangan yang mereka keluarkan untuk menemukan sesuatu yang baru.
Menurut data USPTO, University of California pada tahun 2007 saja menghabiskan dana sebanyak US$1,5 miliar untuk dana riset dan pengembangan, sedangkan MIT mengeluarkan sebanyak US$614,35 juta.
Menurut Sudarmanto, Ketua Asosiasi pengelola kekayaan intelekltual (Aspeki), yang beranggotakan 71 Litbang dan perguruan tinggi seluruh Indonesia, tidak heran bila universitas di AS mampu menghasilkan banyak paten setiap tahun karena didukung oleh dana yang besar.
Di Indonesia, menurut Sudarmanto, riset dan pengembangan di perguruan tinggi belum ada nuansa risetnya . “Riset di perguruan tinggi masih bersifat research to research, belum lagi research to commercial karena belum ada political will dari pemerintah.”
Riset yang dilakukan di perguruan tinggi, menurut dia, masih berujung pada tujuannya untuk kenaikan pangkat dan golongan atau jabatan, belum berorientasi untuk menemukan sesuatu yang baru yang bisa dipatenkan.
Sudarmanto menyarankan kepada pemerintah supaya menciptakan iklim yang kondusif supaya perguruan tinggi bisa menghasilkan paten-paten baru melalui riset dan pengembangan.
“Bagaimana mungkin riset dan pengembangan di perguruan tinggi bisa maju dan menghasilkan paten kalau anggaran untuk satu penelitian hanya Rp10 juta-Rp15 juta,”katanya.
Menurut dia, di Indonesia banyak sumberdaya manusia bergelar doktor yang mampu menghasilkan banyak paten. Namun, kata Sudarmanto, semua itu terkendala masalah dana dan kebijakan pemerintah di bidang riset tersebut belum ada. (soe)

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar